
Kepala Madrasah MTsN 2 Tanjung Jabung Barat, H. Hamise, S.Ag., M.Pd.I, mengumumkan kebijakan baru terkait pembagian rapor dan penyerahan hadiah bagi siswa yang mengikuti class meeting. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis, 18 September 2025, menjelang pelaksanaan pembagian rapor yang dijadwalkan pada Jumat, 19 Desember 2025.
Dalam pengumuman tersebut, seluruh siswa diminta untuk menginformasikan kepada orang tua atau wali, khususnya ayah, agar hadir langsung ke sekolah untuk mengambil rapor anak mereka sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kemendikbud dan BKKBN Nomor 14 Tahun 2025 yang dikeluarkan pada 1 Desember 2025. Surat edaran tersebut memperkenalkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) yang mulai dilaksanakan secara nasional pada Desember 2025 dan menyesuaikan dengan jadwal pembagian rapor di setiap sekolah.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menilai bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui GEMAR, pemerintah ingin mendorong peran ayah agar lebih aktif dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Selama ini, peran ayah sering kali hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan finansial dan kehadiran fisik di rumah, namun kurang terlibat secara emosional dan dalam aspek pendidikan anak.
Kepala madrasah, H. Hamise, menekankan pentingnya kehadiran ayah dalam momen pembagian rapor. Ia menyatakan bahwa pengambilan rapor bukan sekadar urusan administratif atau melihat nilai akademik, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan atas usaha belajar anak selama satu semester. Kehadiran ayah pada saat pengambilan rapor dapat memberikan validasi dan dukungan emosional yang sangat berarti bagi anak.
"Terima kasih untuk para ayah yang hari ini memilih hadir di sekolah. Kalian sedang membangun memori indah yang akan mereka kenang seumur hidup," ujar H. Hamise dalam pengumumannya. Dengan adanya Gerakan Ayah Mengambil Rapor, diharapkan semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam pendidikan dan kehidupan anak-anak mereka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak. Dengan melibatkan ayah secara langsung dalam proses pendidikan, diharapkan anak-anak dapat merasakan dukungan penuh dari kedua orang tua mereka, baik secara emosional maupun akademis. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan partisipasi orang tua, khususnya ayah, dalam dunia pendidikan.
|
139x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Tanjung Jabung Barat dan Sekitarnya
Memuat tanggal...